SetelahInggris dan Belanda menandatangani Traktat London, Inggris harus kembali menyerahkan wilayah kekuasaan Belanda di Nusantara, salah satunya adalah Kepulauan Maluku. Kembalinya Belanda ke Maluku ternyata menyebabkan kesengsaraan rakyat Maluku hingga akhirnya menimbulkan perlawanan yang dipimpin oleh Pattimura. BritaniaRaya terdiri atas empat negara yang setiap berdiri sendiri yaitu Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales. Kecuali Inggris, ketiga negara lainnya mempunyai pemerintahan tersendiri dengan format kekuasaan yang bertolak belakang pula. Padatanggal 17 Maret 1824, di London, Antara Kerajaan Britania Raya dan Kerajaan Belanda menandatangani Perjanjian Britania-Belanda 1824, yang juga dikenal dengan Perjanjian London atau Traktat London (Treaty of London). Perjanjian ini ditujukan untuk mengatasi konflik yang bermunculan akibat pemberlakuan Perjanjian Britania-Belanda 1814 . Setelahayahnya wafat, kesultanannya dibagi menjadi dua, yaitu Kesultanan Johor Singapura dan Kesultanan Lingga. Pembagian wilayahnya ditentukan oleh Britania Raya dan Hindia Belanda dalam Traktat London yang ditetapkan pada tahun 1824. Wilayah Kesultanan Johor Singapura mencakup Johor, Singapura, Pahang, dan Terengganu. . Jika suka membaca buku-buku atau artikel sejarah bangsa Eropa, kamu pasti akan menemukan sejarah yang selalu bersinggungan dengan istilah Great Britain atau Britania Raya. Ada juga negara Inggris dan istilah United Kingdom UK atau Inggris Raya yang selalu menghiasi catatan sejarah mengenai bangsa penasaran dengan perbedaan ketiganya, bukan? Yuk kita simak mengenai fakta-fakta Britania Raya, salah satu imperium terbesar di Imperium Britania Raya adalah kerajaan terbesar di dunia di masa zaman kuno, bangsa Persia pernah menjadi sebuah kerajaan terbesar di dunia dengan wilayah kekuasaan nyaris separuh Bumi. Seperti dicatat dalam laman Live Science, Kerajaan Persia eksis pada 480 Sebelum Masehi dan menguasai sekitar 44 persen populasi dunia saat itu. Memang, saat itu jumlah manusia di dunia masih sangat sedikit. Namun, tetap saja Persia dianggap sebagai salah satu penguasa terhebat di setelah zaman Persia, ada beberapa imperium besar lainnya yang sempat menguasai banyak wilayah di dunia. Sebut saja Kekaisaran Romawi dan Kekaisaran Mongolia. Kedua imperium tersebut sangat dominan dan memberikan pengaruh yang cukup kuat di wilayah-wilayah jajahan dan imperium atau kekuasaan kerajaan terbesar di dunia dipegang oleh Imperium Britania Raya. Fondasi dari Imperium Britania Raya adalah munculnya pengaruh dan kekuasaan baru yang dominan di Eropa pada era 1500-an, yakni Kerajaan Inggris. Masih dalam laman Live Science, saking dominannya, kekuasaan Kerajaan Inggris kala itu disebut-sebut sebagai salah satu penguasa Eropa paling disegani dari generasi ke de jure, kekuasaan Imperium Britania Raya memang tidak hilang dari peta. Namun, secara de facto, kekuasaan Britania Raya saat ini tidaklah seluas kekuasaan mereka di zaman dulu. Britania Raya pernah berkuasa di banyak wilayah dunia dengan populasi lebih dari 500 juta orang. Bahkan, pada masa keemasannya, Britania Raya pernah menguasai wilayah seluas 30 juta km Perbedaan antara Britania Raya, Inggris, dan United JakabMeskipun sering disamakan, ketiga istilah ini - Inggris, United Kingdom, dan Britania Raya - ternyata memiliki perbedaan. Dicatat dalam laman Historic UK, secara sederhana ketiganya dibedakan berdasarkan luas wilayah, waktu berdirinya, dan jenis adalah salah satu negara kerajaan besar yang berada dalam naungan Imperium Britania Raya sekaligus tergabung dalam United Kingdom. Negara berpopulasi 58 juta jiwa ini juga kerap disebut sebagai negara konstituen atau negara anggota dengan pengaruh politik kuat dalam sebuah wilayah yang bagaimana dengan United Kingdom? Secara umum, The United Kingdom atau Inggris Raya merupakan wilayah negara berdaulat dengan beberapa negara kerajaan di dalamnya, yakni Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Mungkin kalau mau disamakan, United Kingdom atau Inggris Raya mirip dengan United States of America atau Amerika ya, meskipun berada dalam naungan Inggris Raya, empat negara di dalamnya tetap memiliki otoritas dan kedaulatannya masing-masing. Itu sebabnya, dalam percaturan global, negara Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia diakui secara terpisah sesuai yurisdiksinya wilayah yang lebih besar tentu saja Imperium Britania Raya, di mana United Kingdom termasuk di dalamnya. Perlu dipahami bahwa Britania Raya sebetulnya bukanlah sebuah negara secara fisik, melainkan pulau, daratan, dan wilayah kekuasaan secara politik. Disebut "Raya" atau "Hebat" karena mereka memang menguasai banyak wilayah di dunia, setidaknya secara protektorat. Baca Juga Berubah Jadi Republik, Barbados Tak Lagi di Bawah Britania Raya 3. Banyak negara yang masuk dalam persemakmuran salah satu penyebab kenapa Imperium Britania Raya dianggap sangat besar dan luas. Persemakmuran yang dilakukan oleh Kerajaan Inggris sejak dulu telah melibatkan banyak negara besar di dalamnya. Laman Britannica mencatat bahwa Persemakmuran Britania Raya atau Persemakmuran Inggris Commonwealth of Nations berisi 54 negara sederhana, persemakmuran merupakan bergabungnya negara-negara berdaulat ke dalam kelompok Britania Raya secara sukarela. Beberapa negara tersebut ada yang dulunya merupakan jajahan kolonial Inggris dan ada pula yang bukan. Biasanya, negara-negara tersebut bergabung karena memiliki cita-cita yang sama untuk saling menjaga dan melindungi negara-negara Raya, Australia, Selandia Baru, Kanada, Afrika Selatan, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Cyprus adalah sebagian anggota dari Commonwealth of Nations. Saat ini, jumlah penduduk dunia yang tergabung dalam Persemakmuran Inggris sebanyak 2,4 miliar jiwa atau sekitar 30 persen dari total populasi penduduk United Kingdom UK keluar dari Uni Eropa pada United Kingdom merupakan bagian dari kekuasaan yang besar, maka pada 2020 lalu mereka memutuskan keluar dari Uni Eropa. Seperti ditulis dalam laman The Balance, keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa juga disebut sebagai Brexit atau British Exit. Pada 31 Desember 2020, Inggris dan negara-negara yang tergabung dalam Inggris Raya memasuki periode transisi untuk menarik diri dari Uni Inggris Raya yang sudah begitu kental dan lekat dengan sejarah Eropa berani memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa? Pemerintah Inggris meyakini bahwa Uni Eropa akan membatasi Inggris dalam banyak hal. Lalu, dengan segala kekuatan dan pengaruhnya, Inggris merasa bahwa mereka tidak begitu membutuhkan sebuah lembaga semacam Uni Eropa yang ujung-ujungnya cenderung merugikan ini sudah bisa dimaklumi dan bahkan sudah diprediksi sejak lama oleh banyak orang. Pasalnya, sejak zaman dulu, negara-negara yang tergabung dalam Inggris Raya cenderung lebih menonjol dan mapan secara finansial. Dengan kata lain, Uni Eropa lebih terlihat membutuhkan Inggris Raya ketimbang Angkatan bersenjata Britania Raya merupakan salah satu yang terbaik di umum, angkatan bersenjata Britania Raya merupakan salah satu yang terbaik di dunia, terutama angkatan udara mereka. Menurut laman Global Fire Power, angkatan bersenjata United Kingdom atau Inggris Raya menduduki peringkat ke-8 terbaik Udara Inggris sudah dibentuk pada 1918 setelah Perang Dunia I berakhir. Dengan 738 armada tempur udara, pasukan udara Inggris Raya selalu siap menjaga langit mereka dari pesawat asing mana pun. Bahkan, sebagian besar armada tempur Inggris merupakan armada terbaru dengan fitur-fitur zaman dulu Imperium Britania Raya sudah menjelajah lautan dengan kapal-kapal besarnya. Di bawah kepemimpinan Kerajaan Inggris, kekuasaan Britania Raya masih dapat bertahan hingga kini, meskipun tidak sebesar dibandingkan masa-masa kejayaannya fakta mengenai Imperium Britania Raya bisa menambah wawasanmu tentang kenegaraan nih. Nah, sekarang sudah tahu perbedaan antara Inggris, United Kingdom, dan Britania Raya, kan? Semoga artikel ini bisa menambah sekaligus memperkaya pengetahuan kamu, ya! Baca Juga 5 Fakta Mengejutkan Michaela, Sekolah Paling Ketat di Britania Raya IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

wilayah yang dikuasai kerajaan britania raya setelah traktat london adalah